Cinta dan Kasih Sayang dalam Keluarga
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Keluarga adalah tempat pertama seseorang mengenal cinta. Di dalam keluarga, seorang anak mengenal kasih sayang ibu, pengorbanan ayah, perhatian saudara, dan indahnya hidup bersama. Karena itu, Islam sangat memuliakan keluarga.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 21:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih dan sayang.”
Ayat ini mengajarkan bahwa rumah tangga tidak hanya dibangun dengan harta dan kemewahan, tetapi dengan mawaddah, yaitu cinta, dan rahmah, yaitu kasih sayang.
Cinta dalam keluarga bukan sekadar kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui perbuatan. Suami memperlakukan istri dengan baik, istri menghormati dan mendukung suami dalam kebaikan, orang tua memberikan perhatian dan teladan kepada anak, dan anak berbakti serta berbicara dengan lembut kepada orang tua.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 23:
وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.”
Sering kali yang melukai hati keluarga bukanlah tindakan yang besar, tetapi kata-kata yang kasar. Sebaliknya, satu kalimat yang lembut dapat menguatkan hati dan mempererat hubungan.
Maka marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri: Sudahkah rumah kita menjadi tempat yang nyaman bagi keluarga? Sudahkah pasangan merasa dihargai? Sudahkah anak merasa didengarkan dan dicintai?
Jangan sampai rumah yang seharusnya menjadi tempat untuk kembali justru menjadi tempat seseorang merasa paling kesepian.
Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya kasih sayang dalam kehidupan. Beliau bersabda:
مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ
“Barang siapa tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.”
Hadis ini mengingatkan kita bahwa kasih sayang bukanlah kelemahan, tetapi kekuatan. Suami tidak menjadi lemah karena mengucapkan terima kasih kepada istri. Orang tua tidak menjadi rendah karena memeluk anaknya. Seorang anak tidak menjadi hina karena mencium tangan dan meminta maaf kepada orang tuanya.
Ada tiga hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk menumbuhkan cinta dan kasih sayang dalam keluarga.
Pertama, biasakan berbicara dengan lembut.
Jangan pelit mengucapkan “terima kasih”, “maaf”, “tolong”, dan ungkapan kasih sayang. Kata-kata sederhana tersebut dapat memberikan kebahagiaan yang besar bagi keluarga.
Kedua, luangkan waktu untuk keluarga.
Kesibukan mencari nafkah memang penting, tetapi jangan sampai kita terlalu sibuk di luar rumah sehingga keluarga kehilangan perhatian. Anak-anak mungkin tidak selalu mengingat berapa banyak uang yang diberikan, tetapi mereka akan mengingat apakah orang tuanya pernah mendengarkan cerita mereka dan hadir ketika mereka membutuhkan.
Ketiga, jadikan rumah sebagai tempat tumbuhnya iman.
Keluarga yang bahagia bukan berarti keluarga yang tidak pernah memiliki masalah. Keluarga yang bahagia adalah keluarga yang ketika menghadapi masalah, kembali kepada Allah SWT. Ketika berselisih, belajar meminta maaf; ketika mendapat kesulitan, bersabar; ketika mendapat nikmat, bersyukur; dan ketika menghadapi masalah, berdoa bersama. Rumah yang di dalamnya terdapat shalat, membaca Al-Qur’an, dzikir, doa, dan nasihat kebaikan akan menjadi rumah yang penuh keberkahan.
Waktu tidak akan pernah kembali. Suatu hari nanti anak-anak kita akan tumbuh dewasa, rambut orang tua kita akan semakin memutih, dan kekuatan kita akan berkurang. Karena itu, jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya keluarga.
Sayangilah keluarga selagi masih ada kesempatan. Jika masih bisa memeluk orang tua, maka peluklah. Jika masih bisa meminta maaf kepada pasangan, maka mintalah maaf. Jika masih bisa mengusap kepala anak, maka lakukanlah. Jika masih bisa berkumpul bersama keluarga, maka syukurilah.
Mari kita jadikan keluarga kita sebagai keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Jangan hanya membangun rumah yang indah, tetapi bangunlah rumah yang penuh kasih sayang. Jangan hanya memberikan kebutuhan materi, tetapi berikan juga perhatian, pendidikan iman, akhlak, kesabaran, dan doa.
Semoga Allah SWT menjadikan keluarga kita keluarga yang penuh ketenangan, cinta, kasih sayang, dan keberkahan. Semoga Allah menyatukan hati suami dan istri dalam kebaikan, menjadikan anak-anak kita saleh dan salehah, serta menjadikan keluarga kita sebagai jalan menuju surga-Nya.
Marilah kita berdoa:
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا أَهْلَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَاجْعَلْ بُيُوتَنَا بُيُوتًا لِلسَّكِينَةِ وَالْمَوَدَّةِ وَالرَّحْمَةِ
“Ya Allah, perbaikilah keluarga dan keturunan kami. Jadikanlah rumah-rumah kami sebagai rumah yang dipenuhi ketenangan, cinta, dan kasih sayang.”
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.





