Sholat merupakan ibadah wajib bagi semua muslim. Pada mulanya kita hanya diwajibkan untuk menjalankan sholat yang telah diwajibkan syara’ yaitu sholat subuh, zuhur, ashar, magrib, dan isya sesuai dengan perintah Allah ﷻ kepada Rasulullah ﷺ dan ditegaskan oleh al-Qur’an. Selain kelima sholat fardlu ini, Allah ﷻ kemudian menganjurkan kepada ummat Islam agar menjalankan sholat-sholat yang hukumnya tidak wajib untuk dikerjakan, dan kita sekarang mengenal dan menyebutnya dengan istilah “sholat sunnah”.
Hakikat, manfaat, tujuan, atau makna anjuran Allah ﷻ kepada kita agar kita mengerjakan sholat sunnah, diantaranya sebagai berikut:
- sholat sunnah merupakan pelengkap bagi sholat fardlu,
- sholat sunnah merupakan cara, sarana, metode, atau jalan untuk memohon kepada Allah ﷻ sesuai keperluan masing-masing.
- sholat sunnah merupakan salah satu cara untuk memuji kebesaran Allah ﷻ.
- sholat sunnah merupakan sholat tambahan yang berfungsi untuk meningkatkan pendekatan dan kedekatan kita kepada Allah ﷻ.
Karena alasan-alasan itulah kita dapati bahwa Islam mengajarkan banyak sekali sholat-sholat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Di antara sholat-sholat sunnah tersebut yang paling populer yaitu sholat Rawatib, sholat Hajat, sholat Istisqa’, sholat Istikharah, sholat Duha, sholat Tahajjud, sholat Tarawih, dan sholat Witir. [1]
Dalam al-Qur’an, Allah ﷻ berfirman:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا ٧٩
“Dan pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (Q.S. al-Isra’: 79).
Ayat di atas menegaskan bahwa yang namanya sholat Tahajjud adalah sholat yang dikerjakan pada sebagian malam. Maka, sholat sunnah yang dikerjakan di siang hari tidak disebut sebagai sholat Tahajjud. Ayat tersebut juga menegaskan salah satu fungsi dari sholat Tahajjud yaitu sebagai ibadah tambahan bagi kaum nabi Muhammad ﷺ.
Secara teknis, sholat Tahajjud bisa dilakukan kapan saja di malam hari setelah sholat isya dan tidur terlebih dahulu. Tapi waktu paling utama adalah di sepertiga malam terakhir. Kira-kira jam 2–4 pagi kalau hitungannya di Indonesia. Seperti sabda Rasulullah ﷺ:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Tuhan kita yang Maha Agung dan Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia ketika telah tersisa sepertiga malam terakhir. Ia berfirman: Siapakah yang berdoa kepadaku, maka aku akan mengabulkannya, Siapa yang meminta kepadaku, maka aku akan memberikannya. Siapa yang memohon ampun kepadaku maka akan Aku ampuni. (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 1808). [2]
Orang yang membiasakan diri dengan Tahajjud mendapatkan predikat sebagai orang shalih berdasarkan sebuah riwayat. Dari Abu Umamah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tetaplah kalian untuk mengerjakan sholat malam karena ia merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Ia merupakan pendekatan kepada Tuhan kalian, penghapus dosa-dosa dan.” (HR. Tirmidzi).
Hadits di atas menegaskan tentang maksud dan tujuan dari sholat sunnah Tahajjud.
Dalam al-Qur’an juga menjelaskan manfaat melaksanakan sholat Tahajjud, Allah ﷻ berfirman:
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ١ ١٥ اٰخِذِيْنَ مَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنِيْنَۗ ١٦ كَانُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ١٧ وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ ١٨
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam (surga yang penuh) taman-taman dan mata air. (Di surga) mereka dapat mengambil apa saja yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (Q.S. adz-Dzariyat: 15-18).
Berdasarkan dalil-dalil di atas dapat disimpulkan bahwa sholat Tahajjud adalah sholat yang dikerjakan di sepertiga malam terakhir, dimana orang yang terbiasa melaksanakannya diberikan predikat sebagai orang yang shalih, sedangkan tujuan dari sholat Tahajjud adalah untuk melengkapi, berdoa dan bermunajad kepada Allah ﷻ terhadap berbagai kebutuhan dan keperluan kita sebagai seorang manusia.
Semoga kita diberikan kesempatan dan kemampuan untuk melaksanakan ibadah sunnah sholat Tahajjud serta digolongkan sebagai orang-orang yang shalih oleh Allah ﷻ.
Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.
Sumber:
[1] Alhafiz Kurniawan. Hakikat Ibadah Sunnah bagi Orang Saleh. https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/hakikat-ibadah-sunnah-bagi-orang-saleh-ZtFUL. Diakses pada 6 Oktober 2025.
[2] M. Saifudin Hakim. Sifat Nuzul: Allah Ta’ala Turun ke Langit Dunia (Bag. 1). https://muslim.or.id/36691-allah-taala-turun-ke-langit-dunia-01.html. Diakses pada 6 Oktober 2025.












